Perang Harga Operator Selular

Coba kita cermati berbagai iklan-iklan oleh operator selular yang selalu berlomba-lomba banting-bantingan harga / tarif pelayanan mereka. Semakin hari semakin murah dan semakin tidak wajar. Sesuatu hal akan selalu seimbang. Sesuatu yang lebih baik/bagus tentu saja akan memiliki “more price”, artinya selalu seimbang. Jadi kalau sesuatu sudah terlalu “impossible”, mungkin saja ada apa-apa nya.

Rata-rata operator selular membolak-balik, set sana – set sini agar tarif mereka kelihatannya lebih murah dan irit dibanding operator kompetitor sejenis. Kawatirnya malahan konsumen menjadi bingung, dan akhirnya mau murah jadi mahal juga. Mau irit malah jadi pusing dan akhirnya hanya buang-buang waktu kita yang sangat berharga.

Sebaiknya masing-masing operator selular menunjukkan kepada konsumen sebuah terobosan teknologi, pelayanan yang mantabs!, kualitas service yang memuaskan dan nilai prestige tersendiri dari sebuah operator. Semua operator seluler mencoba bersatu untuk bersaing dari segi kualitas dengan harga yang wajar – artinya “reasonable”. Harga pas, pelayanan mantab.

Sudah saatnya kita juga para konsumen untuk berfikir lebih positif dan meningkatkan keinginan dan selera, supaya kita semua apakah itu konsumen atau pun produsen dan penyedia jasa bisa lebih meningkatkan kualitas dan akhirnya pengguna juga mendapatkan yang terbaik.

Ngapain juga telpon lama-lama… hemat uang, hemat waktu…. hehehešŸ˜›

7 thoughts on “Perang Harga Operator Selular

  1. tiro sutedjo says:

    betul tuh, om arkan…
    semua ngaku paling murah, super hemat, paling memuaskan…

    banting harga sih semua juga bisa… tapi harga bukan solusi untuk segalanya kan?

    murah atau murahan (tidak cerdas)?

    tapi, saya setuju banget dengan SMS yang dihitung perkarakter… very smart!!!

  2. lex says:

    Tapi kan sekarang masyarakat bener2 butuh solusi akibat jepitan ekonomi…
    harus diakui kalo kebutuhan berkomunikasi sudah menjadi pengeluaran tetap yang biayanya tidak murah…

    ilustrasi aja nih;
    sebuah keluarga, Bapak-ibu-kakak-adik, semuanya menggunakan HaPe. Hitung bodoh aja, tiap Hape-nya makan biaya 100 ribu sebulan, itu aja udah 400ribu…
    kalo bisa dihemat aja sampe 50%, udah bisa nutupin buat bayar listrik tuh…

    tapi balik lagi ke pribadinya lagi, seperti yang mas arkan bilang …

    “kalo mau hemat, jangan ngarepin operator”, dari diri sendiri aja mesti disiplin…

  3. Eriek says:

    saya pengguna XL. jaringannya sulit saat sedang perlu untuk menelpon. promosinya saja yang bagus, murah. tapi, service-nya kurang memuaskan.

    mau murah, kok bagus. hehe…begitu sindiran yang pernah saya dengaršŸ˜€

  4. getarkan says:

    Saya mengharapkan supaya masyrakat kita bisa bisa lebih bijak, artinya mau menggunakan jasa komunikasi sesuai dengan kebutuhan dimana tentu saja ada timbal balik.

    Para operator juga bukan hanya terus memikiran trik membuat tarif mereka terkesan lebih murah, tetapi malah meningkatkan pelayanan, teknologi dan kualitas karena permintaan pasar yang bijak.

    Setahu saya operator juga membuat beberapa macam produk yang saya kira untuk memenuhi target2x pasar tertentu, apakah itu salah satu solusi?

    Sebelum nya saya ucapkan Terima kasih atas perhatian teman2x semuanya yang bersedia memberikan masukan pada blog saya yang masih “hijau” ini. Mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk kita semua.

  5. aden79 says:

    Kang arkan…..
    kalo cara kerja…..sistem server itu gimana ya…….????
    daftar kita bisa jualan pulsa nya daftar langsung pihak operatornya tau gmn…??????
    mohon bantuannya ……..
    semua operator di indonesia pake tarif telponnya JEBAKAN..!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s